Sabtu, 17 April 2010

Lama Sudah Kunantikan....




Lama sudah tak kulihat
Kau yang dulu kumau
Kadang ingat kadang tidak
Bagaimana dirimu


Kau cantik hari ini
Dan aku suka
Kau lain sekali
Dan aku suka


Entah ada angin apa
Kau berdiri di sana
Berhenti aliran darahku
Kau menatap mata ku


Kau cantik hari ini
Dan aku suka
Kau lain sekali
Dan aku suka


Takkan kubiarkan lagi
Menghilang dari kehidupanku

(Song by Lobow)


Teringat beberapa waktu yang lalu, ya..saat itu kamu ada, dsana, dsampigku dan sedang menyanyikan lagu ini untukku. Tersanjung...??? Hmm...sedikit kalo boleh jujur..ahaha, loh kok...

Saya jadi ingat cerita teman saya, Nien, dia telah menjalin hubungan cukup lama dengan pasangannya, mereka sudah sangat matang baik secara umur maupun finansial. Namun, si pacar tidak kunjung juga menyampaikan niatan untuk menikahinya meskipun baru sebatas pembicaraan diantara keduanya. Apalagi ke orang tua yach!!! Hehehe, maap dear....
Setiap di tanya tentang pernikahan, si pacar selalu mengalihkan pembicaraan atau mengelak dengan berbagai macam alasan, atau hanya sekedar menjawab "ya nanti dehh kita omongin" ohohoho.....(huuuhhff...pasti nien nahan mau nerkam neh) @_@

Ya, karena setelah lebih dari satu tahun masa perkenalan yang lebih intens, saya rasa setiap wanita ingin ada pembicaraan ke arah yang lebih serius...uhhm, yup kamu benar, pernikahan, seperti yang saya bilang diatas. Bukan untuk memojokkan, menekan atau memaksa, tapi untuk mengetahui kejelasan hubungan itu sendiri. Saya rasa, wajar kok, tergantung bagaimana si cowok mengartikan semua itu, toh pembicaraan bukan berarti harus sesegera mungkin apalagi langsung saat itu. Sebagai orang Indonesia yang masih memiliki adat ketimuran, dimana kebanyakan wanita, termasuk saya di dalamnya masih menilai keseriusan seorang pria menjalin hubungan adalah dengan keberaniannya menyampaikan keinginannya untuk lebih serius dan menemui orang tua si wanita untuk menikahi anak perempuannya.



Oke, balik lagi ke atas, mungkin....ya mungkin atau memang kami para wanita (saya dan nien yach, jangan siap siap mau bilang "kita, elo ajah kalee"...ahaha) jadi nampak egois, karena saya tidak mau melihat, mendengar bahkan mungkin tidak mau tahu tentang kesiapan pasangan untuk menuju jenjang pernikahan.
Upss...tunggu dulu, ga pake panas hati neh....
Buat saya, ketika sebuah percakapan tentang pernikahan itu pernah dengan serius dibicarakan dengan pasangan, setidaknya itu sudah cukup untuk melihat sejauh mana keseriusan pasangan, baru kemudian setelah hal tersebut matang dibicarakan dengan pasangan, majulah pasangan ke orang tua. Nah, masalah kapan dan bagaimananya kan bisa nanti...nanti kalau sudah siap materi, fisik dan pikiran. But, it's enough for us ehh for me and nien i guest...hehehe
Asal jangan kelamaan juga kalee...setelah bilang ke orang tua, satu tahun, dua tahun, tiga tahun terlewati tanpa ada kepastian menunggu...hadeeuuhhh...

Jadi, kenapa harus pakai segala macam alasan untuk menunjukkan semua itu...yach semua ini dari kacamata saya sebagai seorang wanita....nah kalau dari sudut pandang pria itu sendiri...ya gak tau dehh...

Nah loh....

Salah seorang teman pria saya pernah bilang, "gue cuma takut diburu-buru klo udah ngomong yang satu itu, apalagi kalau udah ke calon mertua segala...halah, males gue", ooww...

Disinilah peran pasangan alias si cewek, buat kasih pengertian ke orang tua dan tentunya buat meyakinkan diri sendiri dulu, kekhawatiran itu tidak akan terjadi....ga enak juga donk, masak mau nikah karena paksaan orang tua bukan dari hati.

Sebenarnya inti semua ini adalah komunikasi, "gundulmu, kurang komunikasi gimana aq sama dia", protes nien pada saya, hahaha....
"Marah-marah, nuduh ini dan itu, dibilang mojokin, dibilang terlalu nuntut, blablabla...tiap kali diajak sharing tentang yang satu itu ya ujung-ujungnya berantem, capek gw cha"
Ya, memang gampang mengatakan untuk menjaga komunikasi dengan pasangan...karena prakteknya, hadeeuuhh...susaaaahhh buuw...

Bimbang dan ragu...hal itu yang pada akhirnya nien sampaikan pada saya. Ooww, berat deh jadinya...hingga pada akhirnya selang beberapa saat nien menanyakan ke saya "apa gw putus ajah ya cha?" waaakkss, jangan tanya ke saya ya dear...hehehe
Bukankah akan lebih sulit lagi untuk memulai sebuah hubungan baru dan menjalani proses pengenalan pribadi masing-masing bagi pasangan baru...

Dan bisa dibayangkan bukan bagaimana komunikasi dan hubungan selanjutnya nien dan si pacar, hambar dehh kayanya...
Nah kalau sudah begitu, gimana coba? Putus atau tetap bertahan dalam ketidakpastian?
Yang paling tau adalah si empunya hubungan, sejauh mana dia bisa bertahan, sejauh mana dia mengenal dan mempercayai pasangan, jadi tanyakan pada hatimu dear...

Heppsss....kenapa saya yang jadi bingung yach...olala, yayaya, karena saya lagi pengen melow ajah....ahaha


Just for share.......



Whollaa...
Akhirnya setelah sekian lama blog ini vakum, (halah kaya udah banyak ajah tulisannya), sekedar untuk berbagi cerita, pengalaman dan pandangan saya....kasian juga buku harian saya sudah terlalu kumal untuk terus ditumpahi tinta warna-warni tentang hidup dan kehidupan saya....


Buat "kamu" semoga jadi tau...
Gambar dipinjam dari getty image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar