Kemarin saya membaca status salah satu situs jejaring sosial milik seseorang di situs jejaring sosial saya. Begini bunyi statusnya,
"Dasar wanita setan ngk tahu diri, ngak ada enaknya liat loe drumah ato di ktr, dasar setan"
Saya penasaran dengan status-status sebelumnya, saya buka profilnya dan ternyata tidak hanya status diatas saja yg berisi kata-kata kasar, pada hari-hari sebelumnya, masih banyak status yang berisi hujatan, kemarahan, ketidakpuasan dengan kata-kata kasar. Sedikit membuat kaget dan membuat saya jadi berfikir, apakah seseorang itu ketika merasa terancam dan terasingkan akan bersikap seperti seorang kanak-kanak yang justru merugikan dirinya sendiri. Mungkin tujuannya untuk melampiaskan kemarahan, ketidaksukaan, ketidakpuasan atau sekedar mencari perhatian atau sensasi. Yeah, Who knows?
Tapi rasanya, kok tidak bijak yach, kalo sebuah kata-kata kasar diumbar sembarangan di sebuah situs jejaring sosial yang notabene didalam "friendlist" nya saya lihat ada anak-anak juga. Dalam profilnya juga jelas terlihat bahwa usia si empunya account ini bukan lagi anak-anak atau remaja, tapi sudah cukup berumur, meskipun tidak bisa dibilang berumur sebaya...(^_^)
Setiap orang bebas berekspresi, bebas bersuara, bebas berimajinasi, dsb. Tapi...., hehehe....(teteup yach ada tapinya) dalam mengekspresikan kebebasan tersebut ada hal yang perlu dipikirkan juga, yaitu efek atau dampak baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Tapi masalah efek ini, ya lagi lagi balik ke orangnya masing-masing....hehehe
Biasanya orang akan merasa dirinya benar bahkan paling benar, terlepas dari apakah itu benar yang "sebenarnya" atau hanya karena dalam posisi terjepit sehingga membenarkan diri untuk melakukan hal-hal yang dianggapnya benar. Nah, ujung-ujungnya pembelaan diri terhadap sikap dan perilakunya sehingga akan semakin membenarkan apapun yang tidak benar....Nah Loh!!!! (ya sudahlah) hehehe....
Tidak ada maksud untuk menghujat apalagi menghakimi siapapun yang bersikap demikian, saya hanya bermaksud mengingatkan diri saya sendiri, semoga bisa menjadi introspeksi buat saya sendiri...sekaligus mengajak teman-teman untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi informasi yang sudah sangat membantu kita. Tentunya kita tidak mau donk, kalau situs jejaring sosial yang ada akhirnya ditutup hanya karena kesalahan pemanfaatan yang merugikan banyak orang.
Bukannya mau sok menggurui, tapi sedikit mengganggu pikiran juga sih...
Saya punya cerita soal hal ini...keponakan saya, Shaden yang masih polos dan sangat di jaga kegiatan dan aktivitasnya baik didalam maupun dluar rumah oleh mamanya, papanya, omanya, opanya, baby sitter yang masih saudara, juga omnya dan tantenya....(hehehe lebay). Suatu siang pulang dari playgroup dia tanya kepada sang kakak yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, "kakak, *amflet itu apa sih?" (maaf saya sensor, tapi saya yakin sebagian remaja dan dewasa yang membaca paham dengan kata yang diucapkan tersebut). mungkin maksud si kecil bilang "Kam*ret"dan saya yang berada dekat dengan si kakak cukup terkaget-kaget mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut si keponakan imut. Pun omanya yang tak lain mama saya, sampai terbengong-bengong mendengar pertanyaan Shaden, mungkin sambil berpikir juga mau menjelaskan seperti apa supaya tidak sulit ditangkap anak-anak seusia mereka. HUUHFF...
Nah, berawal dari banyak hal-hal seperti cerita saya diatas, kemudian kumpul-kumpul dengan teman-teman yang sudah berumah tangga dan telah mempunyai anak, kekhawatiran mulai muncul dalam diri para ibu-ibu maupun bapak-bapak muda. Saya jadi tergerak untuk membuat sebuah catatan kecil ini.
Sejatinya, seluruh jejaring sosial yang diciptakan, sangat memudahkan kita dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan teman, sahabat, keluarga, kerabat maupun rekan bisnis. Bukan untuk saling menghujat dengan kata-kata kasar apalagi untuk saling mencaci dan memaki bahkan sampai menipu seperti yang banyak terjadi akhir-akhir ini.
Yach semoga saja kita lebih bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi yang sangat
memberikan kemudahan bagi kita.
*Ooow...ternyata banyak yach, hal yang tidak sengaja maupun sengaja bisa merugikan orang lain*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar